Subcontractor Standing and the Requirement of Creditor Plurality in Suspension of Debt Payment Obligations (PKPU) Proceedings: A Case Study of Decision No. 27/Pdt.Sus-PKPU/2024/PN.Niaga.Sby
DOI:
https://doi.org/10.61194/ijjm.v7i3.2387Keywords:
creditor legal standing, derdenbeding, construction contracts, suspension of debt payment obligations (pkpu), subcontractor rightsAbstract
This study examines the legal standing of subcontractors in Suspension of Debt Payment Obligations (PKPU) proceedings under Article 222 of Law No. 37 of 2004 concerning Bankruptcy and Suspension of Debt Payment Obligations. Subcontractors often face legal vulnerability because they lack a direct contractual relationship with project owners despite fulfilling their contractual obligations. The central legal issue concerns whether subcontractors satisfy the creditor qualification required under Article 222 and thereby obtain legal protection in PKPU proceedings. This research employs normative legal methods using statutory, conceptual, and case approaches, focusing on Decision No. 27/Pdt.Sus-PKPU/2024/PN.Niaga.Sby. The analysis applies the doctrine of derdenbeding to assess the creation of enforceable rights for third parties within contractual arrangements, while John Rawls’s theory of justice evaluates whether judicial reasoning adequately protects economically vulnerable parties in construction disputes. The findings reveal that subcontractors may acquire creditor status when contractual structures and supplementary agreements expressly grant direct rights against project owners, thereby fulfilling the legal requirements for claim recognition in PKPU proceedings. The analyzed decision demonstrates that judicial recognition of creditor status depends not only on unpaid obligations but also on the existence of a legally enforceable relationship capable of generating a valid claim. This study contributes to insolvency and construction law scholarship by clarifying the doctrinal test for subcontractor standing in PKPU cases and demonstrating how derdenbeding clauses operationalize principles of fairness through judicial reasoning. Accordingly, PKPU functions as both a debt restructuring mechanism and a framework for balancing the interests of project owners, contractors, and subcontractors.
Downloads
References
Akbar, R. I. C., Noer, Y. M., & Tondy, C. J. (2021). Legal Certainty of Donation of Debt Payment Obligations (PKPU) As a Means of Resolving Non-Load Loans Related to the Banking Relaxation Program during the Covid-19 Pandemic. Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences, 4(4), 13877–13885. https://doi.org/10.33258/birci.v4i4.3482
Amelia, S. P., & Nurkhaerani, E. (2025). Penentuan keadaan insolvensi terhadap proses kepailitan dalam Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. Mahkamah, 2(3), 112–123. https://doi.org/10.62383/mahkamah.v2i3.683
Andani, D., & Pratiwi, W. B. (2021). Prinsip Pembuktian Sederhana dalam Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 28(3). https://doi.org/10.20885/iustum.vol28.iss3.art9
Casey, A. J. (2020). Chapter 11’s Renegotiation Framework and the Purpose of Corporate Bankruptcy. Columbia Law Review, 120(7), 1709.
Dirgantara, F., & al., et. (2025). Peran hukum kepailitan dan PKPU dalam penyelesaian sengketa utang piutang di Indonesia. Lex Stricta, 4(1), 149–160.
Fadila, S. (2022). A dualistic concept of personal guarantee responsibility and its relevancy with Law Number 37 of 2004 concerning bankruptcy and suspension of debt payment obligation. ResearchGate. https://doi.org/10.37010/jr.v3i2.1234
Fatmawati, M. C. (2024). Perlindungan Konsumen dalam Perjanjian Kredit Perbankan Sesuai dengan Prinsip Proporsionalitas menurut Hukum Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum, 1(2), 351–358. https://doi.org/10.62017/syariah
Haichal, F. (2022). Restrukturisasi Utang Melalui Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang Sebagai Upaya Menghindari Kepailitan Bagi Debitor yang Gagal Bayar Karena Terdampak Covid-19. Jurist-Diction, 5(6), 2205–2226. https://doi.org/10.20473/jd.v5i6.40125
Hardiya Putra, D. (2025). Analisis risiko PKPU dan kepailitan pada proyek konstruksi BUMN. Universitas Andalas.
Hutagaol, P. T. H., & Habeahan, B. (2025). Analisis yuridis penerapan asas res judicata dalam permohonan PKPU ulang oleh debitur yang sama. Jurnal Media Informatika (JUMIN), 6(6).
Ikhsan, M. (2025). Kedudukan hukum subkontraktor dalam PKPU. Universitas Islam Indonesia.
Ismail, A. (2022). Analisis Alternatif Restruturisasi Utang atau Penutupan Perusahaan pada Pandemi Covid-19 Melalui PKPU, Kepailitan dan Likuidasi. Jurnal Kepastian Hukum Dan Keadilan, 3(1), 44–57. https://doi.org/10.32502/khk.v3i1.4520
Iswandy, W. I., & Elsina L, R. (2025). Menerobos batas pelindungan hukum bagi sub penyedia jasa dalam perjanjian kontrak konstruksi. Nusantara Hasana Journal, 5(6), 180–196.
Kenting, Y. A., & Parulian, H. D. (2022). Kedudukan kreditor separatis terhadap rencana perdamaian dalam proses penundaan kewajiban pembayaran utang. Jurnal Ilmu Hukum: Alethea, 5(2), 91–110. https://doi.org/10.24246/alethea.vol5.no2.p91-110
Khasanah, D. R. A. U., & Lumbanraja, A. D. (2022). Perkembangan Interpretasi Hukum oleh Hakim di Indonesia dalam Dominasi Tradisi Civil Law System. Jurnal Ius Constituendum, 7(2), 232–245. https://doi.org/10.26623/jic.v7i2.4799
Nadler, J. (2024). Unjust enrichment in law and equity. University of Toronto Law Journal, 74(4), 385–407. https://doi.org/10.3138/utlj-2024-0021
Oktapani, S. (2024). Analisis ilmu perundang-undangan dalam sistem hukum kepailitan. Jurnal Hukum, 6(02).
Prabowo, M. (2024). Perlindungan hukum terhadap kreditor yang tagihannya ditolak dalam PKPU. Universitas Islam Sultan Agung.
Pribadi, B. P., Dharmawan, I., & Hachim, A. R. (2021). Implikasi kepailitan dan PKPU terhadap kewajiban perpajakan debitur dalam perspektif hukum pajak di Indonesia. Jurnal Hukum Indonesia, 4.
Putri, T. O. (2025). Pelindungan data pribadi konsumen pada perusahaan e-commerce dalam kondisi PKPU dan kepailitan. Progres, 1355–1850.
Putro, E. B., & Badriyah, S. M. (2024). Perlindungan hukum kreditur separatis pemegang hak tanggungan dalam perkara kepailitan. Jurnal Hukum, 17, 2207–2222.
Putusan Homologasi No. 27/Pdt.Sus-PKPU/2024/PN Niaga Sby (2024).
Ramadhini, & Latumahina. (2025). Penentuan keadaan insolvensi dalam UU No. 37/2004. Mahkamah.
Rongkonusa, R. I., Yuhelson, Y., & Tondy, C. J. (2023). Diskresi Penentuan Pembuktian Sederhana Dalam Persidangan Permohonan Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Hukum, 2(2), 137–145. https://doi.org/10.55681/seikat.v2i2.466
Saija, R. (2024). Implikasi ambiguitas kreditur separatis dan kurator dalam pembagian boedel debitor pailit menurut perspektif philosophy. Jurnal Hukum, 3(2), 97–115.
Sari, T. E. Y., Yahanan, A., & Samawati, P. (2025). Pemenuhan syarat minimum dua kreditur dalam proses kepailitan. Lex Stricta: Jurnal Ilmu Hukum, 4(2), 312–322.
Sihaloho, H. B. M. (2024). Studi kasus pada PT Amarta Karya. Justice Voice Journal.
Simanjuntak, J. (2023). Tinjauan Hukum atas Kewenangan Kreditor Mengajukan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang Berdasarkan Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004. Honeste Vivere, 33(1), 69–76. https://doi.org/10.55809/hv.v33i1.193
Slamet, S. R., & Olivia, F. (2021). Kepailitan dan PKPU dalam masa pandemi. Lex Jurnalica, 18(3), 349–368.
Sudirman, L., Sohheng, N., & Agustini, S. (2025). Legal Protections against Unfair Competition in E-Commerce: Analysis of Indonesian and Thailand Framework Adequacy. Jurnal Hukum Novelty, 16(1), 27–42.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan Dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang, 37 Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 131 (2004).
Yakub, S. L. P. (2024). Dinamika pemilihan kepala daerah: Menilik putusan terkait syarat pluralitas. Jurnal Keadilan Pemilu, 481.
Yunianti, D., Abdullah, A., & Triwulandar, E. (2025). Studi putusan No. 20/Pdt.Sus-Gugatan Lain-Lain/2023/PN.Niaga.Smg: Kompleksitas hukum kreditor separatis dalam kepailitan. Jurnal Ilmiah Advokasi, 13(3), 1098–1102.
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mohammad Ikhsan, Siti Anisah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




